Selasa, 01 Januari 2008

dari “Bero” ke “Beras”

”Hati kami berbunga-bunga melihat air mulai memasuki areal persawahan, inilah awal dari terwujudnya mimpi kami selama ini”

Inilah ungkapan kegembiraan Ahmad Labide ketua Kelompok Tani ”Mpasanggani” saat pengaliran perdana air irigasi Desa Limboro, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.

Setelah kurang lebih 3 (tiga) tahun tidak menjalankan aktivitas sebagai petani sawah, kini Pak Ahmad beserta 63 anggota kelompok tani lainnya telah mulai melakukan pengolahan tanah untuk persiapan penanaman padi perdana pasca perbaikan irigasi desa.

Sejak Tahun 2002, lahan sawah masyarakat seluas + 30 ha diberokan (tidak diolah) akibat rusaknya sarana irigasi desa.

Selama itu pula kegiatan penanaman padi di desa tersebut berhenti sama sekali. Sebanyak 64 petani pemanfaat hanya mengandalkan penghasilan dari hasil panen Kelapa, untuk mengisi waktu luang mereka terpaksa menekuni pekerjaan lain seperti menjadi buruh diluar desa serta mengolah sagu sebagai bahan makanan pokok alternatif.

Bukan hanya petani sawah yang merasakan dampak kerusakan irigasi, satu-satunya gilingan padi yang ada di Desa Limboro tidak dapat beroperasi karena tidak adanya produksi padi.

Kondisi diatas menjadi alasan kuat bagi masyarakat untuk mengajukan usulan perbaikan irigasi desa, disamping usulan pembangunan jalan usahatani serta kegiatan demplot dan pelatihan.

Sebagai informasi, Desa Limboro berada di Kecamatan Banawa berjarak 9 km dari Ibu Kota Kabupaten Donggala. dan 43 km Kota Palu, Ibu Kota Propinsi Sulawesi Tengah.

Penduduk Desa Limboro berjumlah 1.861 Jiwa, yang terdiri dari 401 Kepala Keluarga (KK), 392 diantaranya tergolong KK miskin.

Komoditi pertanian yang dominan adalah kelapa, padi dan ternak sapi .

Desa Limboro dinilai memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai salah satu lokasi kegiatan P4MI (Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi) di Kabupaten Donggala. Kriteria yang menjadi pertimbangan utama adalah kondisi sosial ekonomi masyarakat yang mayoritas masih tergolong petani miskin disamping ketersediaan potensi (sumber air dan lahan) untuk dikembangkan.

Proses Pelaksanaan Kegiatan

Pemberdayaan petani dilakuan melalui peningkatan kemampuan petani dalam hal perencanaan dan pelaksanaan pembangunan investasi sarana/prasarana desa yang mendukung inovasi produksi dan pemasaran hasil pertanian. Perencanaan kegiatan investasi desa di Desa Limboro dimulai dari kegiatan pengkajian pedesaan secara partisipatif (Participatory Rural Appraisal-PRA) yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2005. Dalam musyawarah desa penentuan usulan, perbaikan sarana irigasi desa menempati prioritas pertama, sedangkan jalan usahatani menempati prioritas kedua.

Penyusunan proposal oleh KID, termasuk desain dan Rincian Penggunaan Dana melibatkan tim teknis PIU (dari Dinas Prasarana Wilayah). Total Jumlah Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan kembali irigasi sebesar Rp. 282.200.000, pendanaan berasal dari Dana Loan ADB sebesar Rp. 225.200.000, dan swadaya masyarakat senilai Rp 57.000.000 atau sekitar 20,20% dari total anggaran. Swadaya masyarakat terdiri dari lahan, tenaga kerja dan material lokal (pasir).

Kegiatan Investasi Desa dan Inovasi Pertanian

Kegiatan Rehabilitasi Irigasi Desa yang dilaksanakan terdiri dari :

  • Pembangunan Kembali Mercu Bendung 1 unit (panjang 15 m, tinggi 1,5 m)
  • Pembuatan Saluran Permanen 129 m
  • Penggalian Saluran tanah sepanjang 600 m

Peresmian penggunaan irigasi dilaksanakan pada Bulan Maret 2006 oleh Bupati Donggala. Infrastruktur berupa irigasi desa yang telah dibangun hanya merupakan sarana pendukung dari upaya peningkatan pendapatan petani.

Musim tanam perdana pasca pembangunan irigasi desa didahului oleh kegiatan gelar teknologi PTT padi sawah yang berlangsung dari Bulan April – Agustus 2007.

BPTP Sulawesi Tengah selaku penanggungjawab kegiatan bekerjasama dengan KT Mpasanggani dan didukukung oleh semua komponen yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan P4MI. Kegiatan ini melibatkan anggota kelompok tani sejak persiapan (perencanaan), pelaksanaan sekolah lapangan hingga panen.

Metode ini cukup efektif karena inovasi produksi yang diterapkan pada lahan demplot dapat langsung diterapkan oleh petani pada lahannya masing-masing. Teknologi budidaya padi yang diperkenalkan pada kegiatan gelar teknologi diantaranya teknik pesemaian, pemakaian benih unggul, efisiensi penggunaan benih, pemupukan dan pengendalian hama penyakit. Hasil panen Demplot Gelar Teknologi PTT padi sawah cukup tinggi yakni sekitar 7 ton GKP/ha. Sementara rata-rata produksi petani peserta gelar teknologi mencapai 4 ton GKP per ha. Semua petani pemanfaat pada musim tanam ini menggunakan benih berlabel bantuan Pemda Kabupaten Donggala, yang disalurkan melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan. Pada Tabel 1 disajikan dampak pelaksanaan kegiatan P4MI di Desa Limboro.

Tabel 1. Dampak Pelaksanaan Kegiatan P4MI Di Desa Limboro, Kec. Banawa, Kab. Donggala

No

Uraian

Sebelum

Sesudah

1

Luas lahan yang mendapat manfaat (Ha)

5

30

2

Intensitas tanam (kali/tahun)

0 - 1

2

3

Produksi Padi Sawah (Ton/Ha/Tahun)

2

4

4

Pendapatan dari Usahatani Padi Sawah (Rp/ha/tahun)

3,637,791

8,863,468

5

Penambahan lapangan kerja (Orang)

10

70


Peningkatan produksi padi dari 2 ton GKP/ha menjadi 4 ton GKP/ha setelah investasi desa dapat dicapai karena terpenuhinya kebutuhan air untuk pertanaman serta perbaikan sistem budidaya.

Bapak Bupati Donggala begitu bangga dengan apa yang telah dicapai melalui kegiatan P4MI di Desa Limboro dan langsung menyerahkan bantuan untuk pembelian 1 unit handtraktor dan 1,2 ton benih kepada Kelompok Tani Mpasanggani. Lahan yang semula bero, kini telah menjadi sumber penghasil beras bagi penduduk Desa Limboro.

Sabtu, 29 Desember 2007

Mari Ulurkan Tangan...

bingkisan dari http://peduli.multiply.com/ (gak ada yang di ubah)

Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,

Selamat Datang kami ucapkan kepada siapa saja yang mampir di blog ini. Mudah-mudahan dengan informasi ini bisa mengetuk pintu hati para dermawan, donatur dan muzzaki di manapun berada. Mungkin baru ini yang bisa saya lakukan, mudah-mudahan bisa menambah rasa kepedulian dalam diri kita.

Ini hanyalah sebuah ikhtiar kecil demi mengkomunikasikan kondisi saudara di sekitar kita yang sekiranya memerlukan bantuan dan uluran tangan serta menginformasikan program-program sosial dari Yayasan dan Lembaga Amil Zakat tersebut di atas.

Bagi saudara-saudaraku yang ingin menyalurkan zakat, infaq, shodaqoh & bantuan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan (seperti yang diberitakan di blog ini), bisa kirim langsung ke :

1. Rekening Yayasan Portalinfaq

- Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790
- Bank Mandiri Cab. Kuningan No.Rek.124-0001079798
- BCA Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300-5244

Semua atas nama Yayasan Portalinfaq


2. Rekening Aksi Cepat Tanggap

- BCA No. 676.030.2021
- Bank Syariah Mandiri No. 101.000.1114
- Bank Mandiri No. 128.000.459.3338
- Bank Muammalat Indonesia No. 304.002.3015
- BNI Syari’ah No. 009.611.0239

Semua atas nama Aksi Cepat Tanggap

3. Rekening PKPU

- Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.951 (Rek Dollar - SWIFT CODE = BNI NI DJA TEB)
- Bank Syariah Mandiri (BSM) Mampang No. Rek. 003.000.6216
- Bank Mandiri (BM) Pasar Minggu No. Rek. 126.000.1005.114
- Bank Muamalat Indonesia (BMI) Sudirman No. Rek. 301.00354.15
- Bank Central Asia (BCA) Soepomo No. Rek. 600.034.7777
- Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.917

4. Rekening Rumah Zakat Indonesia

- BANK MANDIRI No 132.0004.819.745 an Yayasan RZI
- BANK BCA No. 094.3016.001 an YAYASAN UMMUL QURO
- Bantuan dari Luar Negeri : Bank Permata Syariah No. 377.100.999.8 an Yayasan RZI

5. Al-Azhar Peduli. Info selengkapnya bisa hubungi YM : al_azharpeduli

Untuk konfirmasi pengiriman dana ataupun informasi lebih lanjut, bisa hubungi KOSI via :

- Telepon / SMS : 08128510372
- Email : ukhti.kosi@gmail.com
- YM : anak_ngw


Tiada kata yang bisa terucap selain ungkapan rasa terima kasih serta alunan do'a, semoga rahmat dan ridhoNya senantiasa tercurah dalam setiap langkah, gerak, detik yang telah dan akan Allah bentangkan untuk kita semua, amiin :)

Saat ini saya juga masih terus menggalang dana untuk saudara-saudara kita di Palestine, untuk informasi lebih lanjut silakan klikdi sini

Wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,

"KOSI"

beberapa link dari blog-nya kosi...
Assalaamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh, Dear Netters yang dirahmati Allah SWT... Dengan ini kami informasikan bahwa kampung halaman saya, Ngawi - Jawa Timur saat ini tertimpa musibah banjir. Alhamdulillah, keluarga saya di Ngawi tidak... more
Previous blog entries:
Dec 26-Dompet Peduli : Longsor Karang Anyar, 61 Orang Tewas
Dec 11-Mohon Do'a : Alhamdulillah, InsyaAllah Saya Akan Menjadi Seorang Ibu :)
Dec 5-Gratis untuk Dhu'afa : Klinik Sehat FORSIMPTA

Jumat, 21 Desember 2007

Minyak Kelapa, Minyak Kesehatan

Medium Chain Triglyseride (MCT) yang terdapat pada minyak kelapa mirip dengan lemak yang terdapat pada air susu ibu (ASI) dan mempunyai efek nutrisi yang sama. Minyak kelapa juga dikenal karena komponen anti bakteri dan anti mikrobanya. Minyak kelapa dapat menurunkan resiko penyumbatan pembuluh darah atau serangan jantung yang disebabkan oleh pembentukan plak dalam pembuluh nadi.

Pengerasan pembuluh nadi disebabkan oleh luka pada lapisan dalam dinding pembuluh nadi. Luka tersebut terjadi akibat beberapa hal seperti keracunan, radikal bebas dan serangan virus atau bakteri. Aktivitas anti virus dan mikroba yang berasal monogliserida yang telah diubah oleh tubuh dari MCT mampu menurunkan ancaman serangan jantung dan sumber penyebab penyakit. Diantaranya virus influenza, campak, hepatitis C, bakteri penyebab bisul perut, infeksi tenggorokan, penyakit paru dan sipilis.

Radikal bebas yang menjadi sumber penyakit dan kanker bekerja merusak dengan menyerang sel-sel dalam tubuh kita. Radikal bebas lebih besar terjadi pada minyak tidak jenuh (minyak sawit dan minyak jagung) yang telah dimasak berulang kali dibandingkan penggunaan minyak kelapa sebagai minyak makan. Hal ini dikarenakan pada minyak kelapa yang tergolong minyak jenuh tidak adanya ikatan hidrogen yang hilang akibat proses oksidasi oleh udara sehingga tidak terbentuk ikatan karbon ganda. Adanya ikatan karbon ganda meningkatkan peluang pengikatan radikal bebas yang akhirnya berbahaya bagi tubuh.

Minyak kelapa terdiri atas minyak kelapa biasa dan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/ VCO). Perbedaan di antara keduanya tergantung atas proses yang dialami minyaknya. Minyak kelapa yang sebaiknya rutin dikonsumsi sebagai suplemen kesehatan adalah minyak kelapa murni (VCO).

Teknologi pembuatan VCO

VCO adalah minyak yang dihasilkan tanpa mengubah kandungan kimiawi minyak, minyak diperoleh dengan hanya perlakuan mekanis dan pamakaian panas minimal. Salah satu metode pembuatan VCO yang cukup mudah dan murah dengan menggunakan cuka dan bantuan panas matahari sebagai pemercepat terpisahnya minyak.

Bahan yang digunakan untuk mengolah kelapa menjadi VCO adalah alat pemarut kelapa, panci email, kompor, wajan besi, wadah plastik transparan, baskom besar, saringan kawat, saringan plastik, pengaduk centong, selang plastik, corong, jerigen, kertas saring, kemasan dan kelapa tua.

Beberapa komposisi kimia dan standar mutu minyak kelapa murni sesuai dengan APCC.

Karaktersitik

Kandungan

Kadar air (% wt maks)

0,1– 0,5

Bilangan Penyabunan

4,1 - 11,0

Bilangan Iod

0,2 - 0,5

C8 - Asam Kaprilat

5,0 - 10,0

C10 - Asam Kaprat

4,5 - 8,0

C12 - Asam Laurat

43,0 - 53,0

Asam Lemak Bebas (FFA)

< 0,5%

Bilangan Peroksida

< 3 meq/kg minyak

Warna

Jernih kristal



Tahapan Pembuatan Minyak Kelapa Murni

1. Pengolahan daging kelapa menjadi Santan

Buah kelapa dikupas sabutnya. Daging buahnya diperoleh dengan mengupas tempurungnya Pengecilan ukuran daging buah dilakukan dengan mesin pemarut. Kemudian dilakukan proses pemerasan kelapa parut dilakukan untuk mendapatkan santan. Untuk mempermudah pemerasan, kelapa parut yang akan diperas ditambah dengan air. Rekomendasi air yang diperlukan untuk memperoleh santan dengan kelapa sebanyak 50 butir adalah 10 ember sedang (ukuran 10 liter) yang dibagi 2x kali pemerasan.

2. Pemisahan Santan Kental dengan Air

Santan yang diperoleh kemudian dimasukan ke alam wadah plastik transparan sehingga diperoleh 5-8 wadah terisi santan. Santan kemudian didiamkan selama 3 jam di atas sinar matahari. Santan akan terpisah menjadi dua bagian yaitu santan kental (krim) dan air. Air yang ada dalam dasar wadah dibuang menggunakan selang.

3. Penambahan Cuka ke dalam Santan Kental

Santan kental yang diperoleh di satukan ke dalam wadah palstik transparan. Untuk setiap 50 butir diperoleh satu wadah plastik transparan yang penuhi oleh santan kental. Penambahan cuka dilakukan dengan dosis 50 ml cuka (sesuai dengan ukuran yang diberikan) ke dalam santan.

Pemasukan cuka dilakukan dengan menggunakan sendok yang kemudian untuk setiap pemasukan cuka di aduk dengan menggunakan pengaduk kayu.Santan yang telah tercampur oleh cuka kemudian dijemur diatas sinar matahari selama 3-4 jam hingga diperoleh pemisahan minyak, blondo dan air.

4. Pemanenan

Blondo yang ada diatas minyak disingkirkan agar minyak jernih yang ada dibawahnya dapat diambil. Ambillah secara perlahan usahakan jangan terlalu banyak blondo yang terikut dalam minyak. Minyak yang telah diperoleh kemudian di saring menggunakan saringan kain yang dikuti dengan penyaringan kedua menggunakan kertas saring kertas. Hasil saringan kedua ini telah dapat dikonsumsi dan siap untuk dikemas. Kemasan yang digunakan adalah kemasan botol PET. Sewaktu memasukan minyak usahakan mulut tertutup kain dan tidak berbicara.

Kelemahan cara pengolahan VCO dengan metode pengasaman tidak dapat dilakukan bila hari hujan. Waktu pembuatan minyak kelapa murni adalah pembuatan santan pada pukul 9.00 -11.00, pendiaman pertama pukul 11.00 - 13.00, pendiaman kedua setelah penambahan cuka pada jam 13.00 - 17.00 dan proses pemanenan dari jam 17.00 – hingga selesai.

Modal yang perlu dipersiapkan untuk membuat 6 liter VCO sebesar Rp. 568.000,- dan telah termasuk investasi peralatan sebesar Rp. 337.000,- yang diasumsikan akan habis untuk 1000 kali pemakaian. Pendapatan yang dihasilkan bila dijual dengan harga Rp. 15.000/125 ml sebesar Rp. 720.000,-.